Jumat, 20 Mei 2011

JAHE

JAHE



Jahe


Jahe (Zingiber officinale), adalah tanaman rimpang yang sangat populer sebagai rempah-rempah dan bahan obat. Rimpangnya berbentuk jemari yang menggembung di ruas-ruas tengah. Rasa dominan pedas disebabkan senyawa keton bernama zingeron.
Jahe termasuk suku Zingiberaceae (temu-temuan). Nama ilmiah jahe diberikan oleh William Roxburgh dari kata Yunani zingiberi, dari bahasa Sansekerta, singaberi.

Sejarah

Jahe diperkirakan berasal dari India. Namun ada pula yang mempercayai jahe berasal dari Republik Rakyat Cina Selatan. Dari India, jahe dibawa sebagai rempah perdagangan hingga Asia Tenggara, Tiongkok, Jepang, hingga Timur Tengah. Kemudian pada zaman kolonialisme, jahe yang bisa memberikan rasa hangat dan pedas pada makanan segera menjadi komoditas yang populer di Eropa.
Karena jahe hanya bisa bertahan hidup di daerah tropis, penanamannya hanya bsia dilakukan di daerah katulistiwa seperi Asia Tenggara, Brasil, dan Afrika. Saat ini Equador dan Brasil menjadi pemasok jahe terbesar di dunia.

Ciri morfologis

Batang jahe merupakan batang semu dengan tinggi 30 hingga 100 cm. Akarnya berbentuk rimpang dengan daging akar berwarna kuning hingga kemerahan dengan bau menyengat. Daun menyirip dengan panjang 15 hingga 23 mm dan panjang 8 hingga 15 mm. Tangkai daun berbulu halus.
Bunga jahe tumbuh dari dalam tanah berbentuk bulat telur dengan panjang 3,5 hingga 5 cm dan lebar 1,5 hingga 1,75 cm. Gagang bunga bersisik sebanyak 5 hingga 7 buah. Bunga berwarna hijau kekuningan. Bibir bunga dan kepala putik ungu. Tangkai putik berjumlah dua.

Pengolahan dan pemasaran

Rimpang jahe, terutama yang dipanen pada umur yang masih muda tidak bertahan lama disimpan di gudang. Untuk itu diperlukan pengolahan secepatnya agar tetap layak dikonsumsi.
Terdapat beberapa hasil pengolahan jahe yang terdapat di pasaran, yaitu:
  • Jahe segar
  • Jahe kering
  • Awetan jahe
  • Jahe bubuk
  • Minyak jahe
  • Oleoresin jahe

Jahe kering

Merupakan potongan jahe yang kemudian dikeringkan. Jenis ini sangat populer di pasar tradisional.

 Awetan jahe

Merupakan hasil pengolahan tradisional dari jahe segar, terutama jahe muda. Yang paling sering ditemui di pasaran adalah acar, asinan, sirup, dan kristal jahe. Jenis ini disukai konsumen dari daerah Asia dan Australia.

 Bubuk jahe

Merupakan hasil pengolahan lebih lanjut dari jahe menggunakan teknologi industri. Bubuk jahe diperlukan untuk keperluan farmasi, minuman, alkohol dan jamu. Biasanya menggunakan bahan baku jahe kering.

 Oleoresin jahe

Adalah hasil pengolahan lebih lanjut dari tepung jahe. Bentuknya berupa cairan cokelat dengan kandungan minyak asiri 15 hingga 35%.

 Habitat

Jahe tumbuh subur di ketinggian 0 hingga 1500 meter di atas permukaan laut, kecuali jenis jahe gajah di ketinggian 500 hingga 950 meter.
Untuk bisa berproduksi optimal, dibutuhkan curah hujan 2500 hingga 3000 mm per tahun, kelembapan 80% dan tanah lembab dengan PH 5,5 hingga 7,0 dan unsur hara tinggi. Tanah yang digunakan untuk penanaman jahe tidak boleh tergenang.

 Varietas

Terdapat tiga jenis jahe yang populer di pasaran, yaitu:

 Jahe gajah/jahe badak

Merupakan jahe yang paling disukai di pasaran internasional. Bentuknya besar gemuk dan rasanya tidak terlalu pedas. Daging rimpang berwarna kuning hingga putih.

 Jahe kuning

Merupakan jahe yang banyak dipakai sebagai bumbu masakan, terutama untuk konsumsi lokal. Rasa dan aromanya cukup tajam. Ukuran rimpang sedang dengan warna kuning.

 Jahe merah

Jahe jenis ini memiliki kandungan minyak asiri tinggi dan rasa paling pedas, sehingga cocok untuk bahan dasar farmasi dan jamu. Ukuran rimpangnya paling kecil dengan warna merah. Dengan serat lebih besar dibanding jahe biasa.

Produk jahe

Di masyarakat barat, ginger ale merupakan produk yang digemari. Sementara Jepang dan Tiongkok sangat menyukai asinan jahe. Sirup jahe disenangi masyarakat Tiongkok, Eropa dan Jepang.
Di Indonesia, sekoteng, bandrek, dan wedang jahe merupakan minuman yang digemari karena mampu memberikan rasa hangat di malam hari, terutama di daerah pegunungan.

 Referensi

  • Harmono, STP dan Drs Agus Andoko, Budidaya dan Peluang Bisnis Jahe, Penerbit Agromedia Pustaka, 2005.

http://id.wikipedia.org/wiki/Jahe       







1 komentar:

  1. Kami menjual minyak atsiri/ Essensial Oil murni tanpa campuran sebagai parfume, aroma terapi, dll. Tersedia:

    Minyak Adas (Feuniculli Oil)

    Minyak Akar Wangi (Vetiver Oil)

    Minyak Akasia (Cassia Oil)

    Minyak Anis (Anise Oil)

    Minyak Bangle (Zingiber purpureum Oil)

    Minyak Bergamot (Bergamot Oil)

    Minyak Bulus

    Minyak Bunga Cengkeh (Clove Bud Oil)

    Minyak Bunga Matahari

    Minyak Cabe Biasa (Hot Chili Oil)

    Minyak Cendana Kupang (Kupang Sandalwood Oil)

    Minyak Cendana Papua (Papua Sandalwood Armyris)

    Minyak Citrus (Citrus Oil)

    Minyak Coklat (Cacao Oil)

    Minyak Daun Cengkeh (Clove Leaf Oil)

    Minyak Daun Jeruk Purut (Kaffir Lime Oil)

    Minyak Dlingu (Calamus Oil)

    Minyak Eucaliptus

    Minyak Floral (Floral Oil)

    Minyak Gagang Cengkeh (Clove Stem Oil)

    Minyak Gandapura (Wintergreen Oil)

    Minyak Gingseng

    Minyak Habatussadah

    Minyak Jahe (Fresh Ginger Oil)

    Minyak Jarak (Castor Oil/ Oleum Ricini)

    Minyak Jeruk Lemon

    Minyak Jeruk Nipis

    Minyak Jeruk Orange

    Minyak Jinten (Black Cummin Oil)

    Minyak Jojoba

    Minyak Kamboja (Frangipani Oil)

    Minyak Kanthil (Magnolia Oil)

    Minyak Kapulaga (Cardamom Oil)

    Minyak Kayu Manis (Cinnamon Oil)

    Minyak Kayu Putih (Cajupot Oil

    Minyak Kelapa Murni (Virgin Coconut Oil)

    Minyak Kemangi Eropa (Sweet Basil Oil)

    Minyak Kemangi Hutan (Shrubby basil Oil)

    Minyak Kemangi Sayur (Basil Oil)

    Minyak Kemiri

    Minyak Kemukus (Cubeb Oil)

    Minyak Kenanga (Cananga Oil)

    Minyak Kencur (Caemferia Galanga Oil)

    Minyak Ketumbar (Coriander Oil)

    Minyak Kilemo (Litsea Cubeba Oil)

    Minyak Kopi (Coffee Oil)

    Minyak Krangean Cubeb Linea Oil)

    Minyak Kunyit (Turmeric Ol)

    Minyak Kunyit Putih (Caferia Rotunda Oil)

    Minyak Lada Hitam (Black Pepper Oil)

    Minyak Lavender (Lavender Oil)

    Minyak Lengkuas (Alpina Galanga Oil)

    Minyak Lily (Lily Oil)

    Minyak Massoi (Massoi Bark Oil)

    Minyak Mawar (Rose Oil)

    Minyak Melati (Jasmine Oil)

    Minyak Mint (Peppermint Oil)

    Minyak Nilam (Patchaoli Oil)

    Minyak Pala (Nutmerg Oil)

    Minyak Panili (Vanili Oil)

    Minyak Pini

    Minyak Sedap Malam (Tuberose Oil)

    Minyak Selasih (Ocinum bas. grasst. Oil)

    Minyak Sereh Dapur (Lemongrass Oil)

    Minyak Sereh Wangi (Citronella Oil)

    Minyak Sirih (Piper Betle Oil)

    Minyak Strawbery (Strawberry Oil)

    Minyak Tea Tree (Tea Tree Oil)

    Minyak Temu Ireng (Curcuma Aeroginosa Oil)

    Minyak Temu mangga (Curcuma Mangga Oil)

    Minyak Temulawak (Curcuma Xanthoriza Oil)

    Minyak The hijau (Green Tea Oil)

    Minyak Wijen (Sesame Oil)

    Minyak Ylang-Ylang (Ylang-Ylang Oil)

    Minyak Zaitun (Olive Oil)

    Minyak Zodia (Zodia Oil)

    Sweet Orange Oil


    www.eterisnusantara.co.id
    eterisnusantara@yahoo.com
    02743009181
    085729611636 (Mobile)
    CS: 9246001 (Hanya Melalui SMS)

    Kami online selama 24 jam 7 hari seminggu

    BalasHapus