Selasa, 17 Mei 2011

GARUDAYANA

GARUDAYANA


Garudayana, Kisah Perjalanan Garuda Sakti

Ada sebuah legenda, di dunia Arcapada. Tentang dia yang bergelar Gaganesvara, Sang Raja Langit. Angin memujanya. Halilintar ditaklukkannya, Para Naga lari dari hadapannya...dan inilah kisahnya....

Lembah kuno para Batara. Itulah tempat bekas pemujaan untuk para dewa. Sepi dan angker. Sapa pun yang masuk lembah ini, tak kan keluar hidup-hidup. Tapi, dengan gagah berani Kinara, si pemburu harta karun memasuki wilayah ini.

Sampai akhirnya menemukan telur burung garuda dan harus membawanya dengan penuh kewaspadaan karena siluman juga raksasa menghendaki telur ini. Telur yang kemudian menjadi garuda kecil adalah calon raja, si Gaganesvara yang bakal menguasai langit.
Para ksatria dan raksasa mengejarnya agar bisa memiliki dan bahkan memakannya. Tentu saja agar tambah sakti. Untung, Kinara yang tak lain anak angkat Ki Lurah Semar tidak sendirian. Ksatria Pringgodani, Raden Gatotkaca menjadi pengawal dan pelindungnya dari serangan siluman dan raksasa.

Singkatny, Garudayana yang dibuat Is Yuniarto, salah satu komikus dari delapan komikus muda Indonesia yang baru-baru ini meluncurkan komik mereka secara bersamaan ini berkisah tentang perjalanan Garuda.

Garudayana, menurut penuturan si pembuatnya merupakan komik pendek yang dibuat untuk lomba komik animonster pada tahun 2006. Tapi baru sekarang bisa diterbitkan.

Selain mengenalkan salah satu kisah epos terkenal, pembuatnya ingin memperkenalkan tokoh-tokoh seperti Punakawa, Pandawa, Kurawa, Raksasa Ashura Kalagni dan beberapa tokoh lain seperti Adipati Karna dengan nuansa pewayangan bergaya bahasa dan ekspresi komikus.

Berbeda dengan komik epos Mahabarata dan Ramayana lain, komik ini bisa dikatakan lebih ekspresif dan nge-slank. Penampilan tokoh rekaan seperti Kinara, masih bisa disahkan dalam hal ini. Yang penting pakem cerita tidak kelewat melenceng dari yang sebenarnya.

Seperti kisah mahabarata lain, kisah yang berlatarbelakang cuplikan lakon besar yakni pengasingan Pandawa ini juga menampilkan beberapa adegan lucu dari para punakawan, Gareng, Petruk, Bagong dan tentu saja Ki Lurah Semar penghuni Karangtumaritis. Kelucuan-kelucuan seperti yang tergambar dalam wayang orang maupun wayang kulit dinampakkan di sini, meski suasana dibuat moderen seperti misalnya punakawan ini digambarkan sebagai penghibur dan badut di sebuah pasar malam sementara Semar sebagai Ki Lurah dan penyembuh.

Meski bisa menggambarkan suasana tegang dan lucu, penggambaran karakter beberapa tokoh tampak belum maksimal. Ini terlihat dari penggambaran karakter raksasa Ashura yang lebih mirip wayang kulit.

Namun demikian, alur bolak-balik yang dibuat cukup menggambarkan detail cerita yang ada sehingga pembaca tidak kehilangan sesi. Misalnya setelah raksasa Ashura kalah, frame cerita beralih ke cerita lain, tapi kemudian balik sebentar melanjutkan cerita kekalahan si raksasa yang tertimbun kotoran garuda kecil yang ternyata bisa menjadi garuda raksasa. Dan seterusnya.

Tapi secara keseluruhan, Is berhasil menggambarkan karakter dari masing-masing tokoh yang memiliki keistimewaan seperti misalnya Arjuna yang flamboyan yang tiba-tiba dikejar-kejar wanita muda, ibu-ibu dan nenek-nenek, Adipati Karna yang jagoan memanah bertanding lawan Arjuna, Gatotkaca yang sakti bagai mesin tempur, dan tentu saja punakawan yang lucu.

Cerita berakhir dengan sampainya Kinara, bersama si garuda kecil ke tempat Lurah Semar disambut punakawan dan Ki Semar sendiri dan kekalahan raksasa Ashura yang kedinginan akibat tembusan panah beku Batara Indra yang hanya dimiliki oleh satu ksatria, Arjuna.

Anda, para penggemar wayang bakal terhibur membaca komik ini. Bagus dan enak dibaca terutama bagi anak-anak muda zaman sekarang agar makin mengenal kekayaan tradisi bangsa, cerita pewayangan. Karya Is sungguh patut diacungi jempol dan perlu dilanjutkan untuk cerita-cerita mahabarata dan ramayana lain.

Judul : Garudayana
Cerita dan gambar : Is Yuniarto
Penerbit : M&C! PT Gramedia

http://oase.kompas.com/read/2009/08/08/15162986/Garudayana..Kisah.Perjalanan.Garuda.Sakti







Gatotkaca


Gatotkaca


Gatotkaca



Gatotkaca






Gatotkaca dan Kinara



Kinara dan Garu


Kinara dan Garu


Kinara dan Garu


Garu



Kinara Fan-Art



Kinara Fan-Art




Garudayana Fan-Art


Dursilawati


Trio Punakawan



 Trio Punakawan


Trio Punakawan



Arjuna


Arjuna


Adipati Karna












Tidak ada komentar:

Poskan Komentar